LSB adalah salah satu Contoh Yayasan yang peduli akan Pendidikan Anak Jalanan

Pendidikan merupakan elemen penting dari kehidupan seseorang dan merupakan aspek strategis bagi suatu negara

            Lingkar Samudra Belajar atau yang disingkat LSB adalah sebuah rumah singgah yang menjadi  wadah dimana anak jalanan dapat belajar seperti anak yang bersekolah pada umumnya. Disana mereka diajarkan beberapa pelajaran umum seperti bahasa, matematika, ipa, dan ips. Yayasan ini sudah berdiri kurang lebih sekitar 2 tahun dan pencetus atau pendiri lembaga itu sendiri ialah Diki Komaruzzaman. Diki adalah mahasiswa Universitas Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta yang mengambil jurusan Manajemen Pendidikan. Lelaki yang berjiwa sosial ini merasa anak jalanan perlu mendapatkan pendidikan sebagai bekal dimasa depan dan sebagai penerus bangsa Indonesia.

Berangkat dari rasa kepeduliannya terhadap pendidikan anak jalanan itulah yang membuat ia dan teman-temannya tergerak untuk menciptakan rumah singgah ini. Dengan niat yang tulus meski dana yang minim Diki dan kawan-kawan berjuang agar rumah singgah ini tetap berjalan. Kesulitan, halangan, dan tantangan pun sering kali ia dan kawan-kawan alami namun semangatnya untuk tetap mengelola rumah singgah ini tidak pernah berhenti.

Dan hasilnya sampai saat ini tercatat lebih dari 20 siswa yang ikut dalam yayasan ini, diantaranya adalah anak-anak seusia 3 tahun sampai 16 tahun. Tidak hanya anak jalanan yang menjadi target utama di yayasan LSB ini namun juga bagi anak yang putus sekolah dan bahkan anak yang belum sama sekali tersentuh oleh pendidikan sekolah. Tenaga pengajar juga berasal dari mahasiswa yang juga pengurus yayasan ini diantaranya mahasiswa UIN. Biasanya  waktu belajar siswa sekitar pukul 16.00 sampai dengan selesai. Faktor yang mempengaruhi waktu belajar ialah karena kondisi anak jalanan yang harus terlebih dahulu mencari uang dijalan dan tenaga pengajar yang diantaranya masih aktif menjadi mahasiswa.

Melihat kesungguhan dan kemauan dari anak-anak yang berjuang demi sesuap nasi dan menghadapi kerasnya dunia ini untuk menuntut ilmu membuat Diki dan kawan-kawan tak  gentar untuk terus berupaya memberikan yang terbaik bagi mereka. Beberapa pakaian serta alat tulis juga ia dan kawan-kawan sediakan untuk terciptanya kelancaran aktivitas belajar mengajar bahkan fasilitas atau tempat yayasan itu masih dalam upaya penetapan agar anak-anak lebih nyaman serta aman dalam belajar.

Pihak yayasan sendiri masih berusaha untuk mendapatkan tempat yang layak meski tidak ada kejelasan akan hal tersebut sampai saat ini, saat dimintai keterangan  Diki pun mengatakan bahwa adanya bantuan dari Instansi Pemerintah, Instansi Nonpemerintah, Donatur Tetap, danSumbangan Masyarakatyang bersedia membantu untukpengelolaan eksternal ataupun internal namun bantuan itu tidak terlalu nampak atau kurang  transparan.

Jelas pada Undang-undang yang telah disahkan dan berisi mengenai pemberian bantuan berupa layanan dan kemudahan untuk pendidikan. Undang-undang 1945 Pasal 11 ayat 1 berbunyi “Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi”, dan diterangkan pula pada Pasal 11 ayat 2 yakni“wajib menjamin tersedianya dana guna terselenggaranya pendidikan bagi setiap warga negara yang berusia tujuh sampai lima belas tahun” namun ironis undang-undang yang telah disahkan tersebut tidak seperti pada kenyataanya.

Pemerintah lagi-lagi seolah menutup mata dengan persoalan yang serius ini, kebanyakan dari mereka lebih mementingkan diri sendiri dan kelompok. Dan sedikit dari mereka yang benar-benar serius dalam menaggapi persoalan ini. Padahal nrgara Indonesia memiliki SDM dan SDA yang melimpah namun mengapa sampai pada saat ini Indonesia masih tergolong negara berkembang???. Pertanyaan besar ini seperti terabaikan dan hilang oleh pandangan masyarakat dan momen ini benar-benar dimanfaatkan oleh pemerinyak kita.  Mungkin karena banyaknya kasus yang juga melibatkan oknum-oknum pemerintahan yang masing-masing dari mereka mempunyai masalah atau persoalanpribadi. Lantas bagaimana pertanggungjawaban mereka dengan semua Undang-Undang yang masih berlaku sampai pada saat ini, akankah kemiskinan semakin bertambah dan tingkat intelektualitas terus menurun??. Jika pertanyaan ini terus diserukan oleh masyarakat kepada pemerintahan mungkin tidak akan memiliki jawaban yang tegas dan pasti. Dan karena itulah ormas-ormas seperti Lintas Samudra Belajar (LSB) tidak ingin persoalan ini terus berlanjut dengan menganut kepercayaan bahwa jika tidak dimulai saat ini dan dari diri sendiri lantas kapan negara ini akan memiliki perubahan.

Maka dari itu sebagai warga negara yang baik tentu seluruh masyarakat berhak berpartisipasi dalam upaya memajukan negara seperti memberikan penyaluran edukasi untuk seluruh anak-anak di negri ini sebagai penerus bangsa kedepannya. Nasib bangsa Indonesia kedepannya bergantung kepada mereka, tentu kita tidak ingin hal-hal buruk seperti pada dewan-dewan perwakilan terulang lagi yang membuat nama bangsa Indonesia tercoreng di negara-negara lain. Dengan kesadaran penuh pengurus Lingkar Samudra Belajar dan seluruh Ormas-ormas yang ada Indonesia dan masih peduli akan pendidikan untuk anak jalanan mengharapkan adanya kesadaran bagi masyarakat dan pemerintah untuk memperhatikan pendidikan terkhusus pada anak jalanan yang harus melawan kerasnya dunia.

Tentang pedulipendidikananakjalanan

Gerakan ini bertujuan mengajak orang-orang untuk ikut serta peduli akan pendidikan anak jalanan, khususnya di Ibu kota Jakarta. Dimana anak jalanan di Jakarta sudah sangat banyak, dan diantara mereka hanya sedikit yang pernah mengenyam dunia pendidikan. Untuk itu, kami di sini ingin mengajak agar orang-orang menyadari bahwa anak jalanan pun berhak mendapatkan pendidikan.
Pos ini dipublikasikan di rumah singgah LSB bagi anak jalanan. Tandai permalink.

4 Balasan ke LSB adalah salah satu Contoh Yayasan yang peduli akan Pendidikan Anak Jalanan

  1. linda berkata:

    ini salah satu rumah singgah bagi anak jalanan ya??
    kegiatan yang udah di lakukan apa ja sih??

    • LSB bukan hanya terfokus dengan anak jalanan saja namun juga anak yang putus sekolah dan yang sama sekali belum tersentuh oleh pendidikan. kegiatan yang sudah dilakukan dari LSB sendiri tidak jauh dari tujuan program yaitu memotivasi belajar anak dan potensi anak. tidak hanya aktivitas belajar mengajar tetapi juga keterampilan lain seperti olahraga contohnya bermain bola basket, voly, sepak bola, ataupun tennis. untuk lebih mengenal tentang pendidikan anak jalanan dapat mengunjungi fanspage (gerakan peduli pendidikan anak jalanan) dan twitter kami. terima kasih

  2. linda berkata:

    terima kasih atas info nya …
    saya mendukung gerakan ini. apalagi jika sampai terealisasikan dengan baik.
    Di jakarta sendiri sudah banyak belum rumah singgah bagi anak jalanan??

    • menurut data Departemen Sosial telah tersebar sekitar 60 rumah singgah diseluruh Indonesia dan rumah singgah yang sudah diresmikan berada didaerah Depok. oleh sebab itu kami memohon do’a restunya agar program ini terus berlanjut. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s