Realitas Anak Jalanan

Seperti tidak ada habisnya kisah yang terjadi dilingkup anak jalanan. Anak jalanan yang menjadi korban eksploitasi terkadang tidak mampu berbuat apa-apa saat harus terpaksa turun kejalan dan mencari uang. Panas terik, hujan badai pun tidak mengurungkan niat mereka untuk mencari nafkah. Faktor-faktor penyebab anak dibawah tahun harus bekerja dijalan juga tidak luput dari akibat orang tua yang seharusnya mengayomi dan melindungi malah justru menyuruh dan menimpalkan tanggung jawab mereka dibawah punggung anak-anaknya dengan peluang penghasilan akan lebih banyak. Anak jalanan terpaksa menjadi tulang punggung keluarga yang ia sendiri pun tidak sewajarnya melakukan hal itu.

Orang tua mereka terkadang menggunakan sosok polos dan lugu anak-anaknya untuk mendapatkan belas kasihan orang yang lalu lalang disekitar untuk memberi uang. Pada kenyataannya, banyak orang tua anak jalanan yang bahkan memaksa dan memberi hukuman jika setoran mereka tidak sesuai target yang diinginkan.  Kebodohan dan kemalasan seperti telah melekat pada karakter rakyat Indonesia. Masih banyak rakyat Indonesia yang faktanya masih belum dapat membaca dan menulis.

Sedikit membahas tentang fakta rakyat Indonesia yang sampai sekarang masih ada yang belum dapat membaca dan menulis mengingatkan kita tentang Tenaga Kerja Indonesia yang akhir-akhir ini dipenggal karena diduga akan dianiaya majikannya. Salah satu penyebab timbulnya kekerasan yang dialami Tenaga Kerja Indonesia akibat ketidak mampuan mereka dalam berkomunikasi. Menerima dan mengolah serta menyampaikan informasi baik menulis ataupun membaca.

Jadi pendidikan sangatlah penting ditanamkan sejak dini. Orang lain yang mau berpikir dan bekerja berlomba-lomba meraih pendidikan sampai ke luar negeri. Namun peluang itu tentu didukung oleh peran orang tua mereka dalam memberikan fasilitas maupun dukungan moral. Berkebalikan dengan apa yang terjadi dengan anak jalanan. Sebagian dari mereka masih menginginkan belajar disekolah pada umumnya, namun sayang, jangankan fasilitas yang mencukupi untuk bersekolah, makan pun mereka sulit sekali. Belum lagi penolakan terus menerus yang dilontarkan orang tua mereka mendengar keinginan mereka untuk bersekolah.

Orang tua mereka hanya berpikiran bahwa cukup bekerja untuk mencari uang saja mereka akan bertahan hidup. Entah itu merugikan orang lain atau tidak, yang mereka tau hanya mendapatkan uang untuk makan, meski anak sendiri terlantarkan. Padahal agama Islam pun yang menjadi mayoritas agama rakyat Indonesia menganjurkan bahwa “tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah” yang berarti Islam tidak mengindahkan tindakan minta-minta atau mengemis.

Tentang pedulipendidikananakjalanan

Gerakan ini bertujuan mengajak orang-orang untuk ikut serta peduli akan pendidikan anak jalanan, khususnya di Ibu kota Jakarta. Dimana anak jalanan di Jakarta sudah sangat banyak, dan diantara mereka hanya sedikit yang pernah mengenyam dunia pendidikan. Untuk itu, kami di sini ingin mengajak agar orang-orang menyadari bahwa anak jalanan pun berhak mendapatkan pendidikan.
Pos ini dipublikasikan di Tentang mereka. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s